Drainase Bawah Permukaan untuk Pengendalian Stabilitas Lereng


Drainase Bawah Permukaan untuk Pengendalian Stabilitas Lereng

Penyelesaian masalah gerakan tanah pada suatu Kawasan memerlukan pemahaman yang detail dari tiap-tiap faktor yang berkaitan. Faktor-faktor tersebut diantaranya hujan, muka air tanah, geologi, geoteknik, kemiringan lereng, dan tata guna lahan. Perbedaan faktor yang menyebabkan permasalahan longsor tentunya menentukan cara pengendalian yang akan dilakukan. Metoda ini merupakan cara sederhana dalam upaya menurunkan muka air tanah pada suatu lereng dengan menggunakan gaya kohesi dan gaya gravitasi air. Kelebihan yang didapatkan dari teknologi ini adalah dikembangkannya teknologi yang mudah diterapkan, tidak memerlukan keterampilan khusus, murah dalam menurunkan muka air tanah dan diharapkan dapat menyelesaikan permasalahan untuk pengendalian lereng dengan karakteristik tertentu.

Berdasarkan hasil pengujian sifon yang dilakukan oleh Balai Litbang Sabo, kedalaman maksimum efektif untuk menurunkan muka air tanah yaitu sedalam 8 meter. Penentuan pelaksanaan sistem sifon dipengaruhi oleh beberapa hal diantaranya nilai permeabilitas, head dan kedalaman sumur, selang atau pipa, filter, dan diameter sumur yang diaplikasikan.  Namun, sistem ini memerlukan tahap waktu monitoring yang rutin untuk memastikan sistem berjalan dan berfungsi dalam menurunkan muka air tanah.

 

Desain sistem sifon yang diaplikasikan di Desa Beji, Kecamatan Banjarmangu