Penerapan Teknologi Ring Net Barriers untuk Pengendalian Aliran Debris


Penerapan Teknologi Ring Net Barriers untuk Pengendalian Aliran Debris

Sabodam dibangun dengan tujuan pencegahan dan pengendalian aliran debris. Seiring dengan tuntutan kemajuan teknologi, maka diperlukan juga pengembangan teknologi alternatif pengendalian aliran debris/ sedimen yang lebih murah, lebih cepat, lebih baik, lebih ramah lingkungan serta lebih sedikit memberikan efek perubahan morfologi sungai. Teknologi Ring Net Barriers adalah teknologi yang berasal dari Swiss, merupakan salah satu alternatif solusi dari tuntutan kemajuan teknologi dalam bidang sabo.

Teknologi Ring Net Barriers untuk pengendalian aliran debris ini diterapkan di Hulu Jembatan Gladak Perak, Sungai Leprak, Sumberwuluh, Candipiro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Dengan desain 1 sistem Ring Net Barriers terpasang di lokasi mampu menampung sedimen sebesar 3.882 m3, dengan lebar sungai berkisar 18 – 21 m. Situasi tebing kiri dan kanan berupa batuan andesit. Kondisi material debris didominasi material kerikil, kerakal dan boulder. Kajian aliran debris menggunakan data kajian sebelumnya yang dilakukan oleh Yachio tahun 1996/1997 yaitu menggunakan debit 50 tahunan. Gaya tumbukan terbesar yang terjadi ialah beban impak sebesar 11 ton/m2. Desain Ring Net Barriers menghasilkan teknologi setinggi 6 m dengan 32 jumlah angkur terdistribusi 16 tebing kiri dan 16 tebing kanan berdiameter 10 cm dengan panjang angkur 6 m, serta menghasilkan desain kapasitas tarik ijin 1 angkur sebesar 35 ton. Kapasitas ijin sistem Ring Net Barriers yang dihasilkan sebesar 16 ton/m2 lebih besar dari gaya tumbukan aliran debris yang terjadi pada sistem Ring Net Barriers sebesar 11 ton/m2. Kesimpulannya bahwa Ring Net Barriers mampu menahan gaya akibat aliran debris.

Angkur Ring Net Barrier

Angkur Ring Net Barrier

 

Kondisi Lapangan Februari 2019