Dieng

Dieng

 ABSTRAK

 

Kapasitas Waduk Mrica berkurang rata – rata 4,20 juta m3/tahun, maka diproyeksikan pada tahun 2014 kapasitas waduk tinggal tersisa 20%, dan tahun 2021 akan terisi penuh endapan jika tidak segera dilakukan upaya pengurangan laju sedimentasi (Soewarno, dkk, 2006).

Penerapan teknosabo untuk mengendalikan angkutan sedimen sungai DAS Waduk Mrica antara lain telah diusulkan membangun minimal 47 sabodam yang tersebar di Sub.DAS yang masuk DAS Waduk Mrica. Apabila usulan sabodam tersebut dibangun dan disertai penambangan galian C 1,30 juta m3/tahun maka dapat menambah umur layan 10 tahun (Soewarno, dkk, 2007). Pembuatan model fisik sabodam tipe, ternyata cukup efektif untuk mengurangi angkutan sedimen yang masuk ke Waduk Mrica (Soewarno, dkk, 2008).

Perlu upaya pengendalian aliran lumpur (mud flow) pada alur sungai hulu DAS yang merupakan akibat dari proses erosi lahan. Salah satu sumber aliran lumpur tersebut adalah di Dataran Tinggi Dieng Sub. DAS Tulis dan Serayu Hulu (Soewarno, dkk, 2006).

Penelitian tahun 2011 ini merupakan penelitian lanjutan dari tahun 2010 dari rencana penelitian lima tahun sampai 2014. Penelitian tahun 2010 telah menghasilkan Peta Erosi untuk mengetahui sebaran laju erosi yang terjadi di daerah Dieng dan telah dibuat sebuah Model fisik sabo dam mikro tipe ambang untuk mengukur volume aliran lahan kentang. Model fisik dikembangkan untuk mengukur volume lumpur dan angkutan sedimen pada penggunaan lahan sayuran kentang dan lahan permukiman. Pengukuran pada Model fisik menghasilkan persamaan empiris hubungan antara tebal curah hujan atau volume aliran dengan volume lumpur atau angkutan sedimen. Sehingga dari persamaan tersebut dapat diperkirakan laju erosi di lokasi penelitian.