Radar

Radar

 

ABSTRAK

Bencana primer akibat erupsi Merapi 2010, yang merupakan “mega-erupsi” merusak hampir sebagian besar stasiun pemantau data hidrologi sistem telemetri yang dipasang di beberapa sungai lahar yang berhulu di daerah G. Merapi.

Intensitas curah hujan yang tinggi yang terjadi pada deposit sisa material pasca erupsi Gunung Merapi 2010, pada tahun 2013 sekitar 40 juta m3 yang berada di sisi Selatan dan Tenggara merupakan ancaman bagi penduduk yang tinggal di sepanjang sungai-sungai daerah rawan bencana banjir debris. Deposit material bila terkena hujan dengan intensitas tinggi atau intensitas rendah namun terjadi dalam waktu yang cukup lama akan memicu terjadinya banjir debris.

Balai Sabo dengan peralatan radar cuaca yang didukung peralatan hidrologi sistem telemetri dapat memberikan informasi hujan kepada pengambil keputusan pada instansi terkait, seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan publik/masyarakat dalam usaha meningkatkan kewaspadaan dan penanggulangan bencana.

Dengan optimasi pemanfaatan radar cuaca X-band, akan menghasilkan data curah hujan spasial dan temporal secara realtime yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan terutama siaga bencana di daerah jangkauan radar dan riset.