Perlindungan Darurat Infrastruktur Jembatan terhadap Aliran Lahar Pasca Erupsi Erupsi Gunungapi Agung 2017


Kategori : Berita Sabo     Tim Penulis : Balai Sabo

  3 years ago



Perlindungan Darurat Infrastruktur Jembatan terhadap Aliran Lahar Pasca Erupsi Erupsi Gunungapi Agung 2017

Foto : Perlindungan Darurat Infrastruktur Jembatan terhadap Aliran Lahar Pasca Erupsi Erupsi Gunungapi Agung 2017


 

Erupsi Gunungapi Agung yang terjadi dipenghujung tahun 2017 mengakibatkan bencana primer dan bencana sekunder. Salah satu bencana sekunder dari erupsi tersebut adalah adanya banjir lahar. Banjir lahar ini membawa material piroklastik hasil dari erupsi Gunungapi Agung dan berpotensi merusak sejumlah infrastuktur yang dilaluinya. Bentuk layanan Balai Litbang Sabo salah satunya adalah advis teknis. Advis teknis yang dilakukan oleh Balai Litbang Sabo pasca erupsi Gunungapi Agung 2017 adalah rekomendasi teknis berupa perlindungan darurat infrastruktur jembatan terhadap aliran lahar.

Advis teknis dipimpin langsung oleh Kepala Balai Litbang Sabo Ir. Dwi Kristianto, M.Eng dengan dibantu peneliti dari Balai Litbang Sabo Jati Iswardoyo, ST., M.Eng. beserta tim yaitu Wahyu Kurniawan, dan Hamammi Ahdannabiel. Advis teknis kali ini dilakukan pada tanggal 6 Juli 2018 - 8 Juli 2018, dengan tujuan updating rekomendasi teknis dari hasil advis teknis yang sebelumnya telah dilakukan di tahun 2017. Tiga infrastukstur jembatan yang dikaji adalah Jembatan Nasional yang melintang di Tukad Unda, Tukad Yeh Sah, dan Jembatan Wisata Tukad Unda.

Jembatan Nasional yang melintang di Tukad Unda tepatnya berada di lokasi 8° 33,614’ LS dan 115° 25,390’ BT berpotensi mengalami kerusakan pada pilar jembatan, oleh karena itu diberi perkuatan darurat bronjong, untuk mencegah kerusakan hantaman aliran lahar. Pasca banjir lahar yang terjadi pada awal tahun 2018, pilar jembatan tertutup sedimentasi sehingga diperlukan normalisasi dasar sungai dan pengerukan dasar sungai serta materi sedimen dipindahkan di kanan kiri sungai. Apabila tidak dilakukan normalisasi maka, akan berpotensi menimbulkan benturan pada struktur atas jembatan.

 

 

Jembatan yang melintang di Tukad Yeh Sah di lokasi 8° 25,425’ LS dan 115° 26,311’ BT. Kerusakan yang diakibatkan adanya banjir lahar pasca erupsi Gunungapi Agung 2017 adalah rusaknya abutmen dan pilar jembatan. Untuk menghindari patahnya pilar, maka telah dilakukan perlindungan jembatan dengan menggunakan bronjong di pojok pilar sisi kanan dan kiri jembatan serta dilakukan normalisasi sungai agar aliran sungai tetap berada di tengah sungai dan tidak menabrak pilar jembatan.

Jembatan Wisata Tukad Unda berada di koordinat 8° 32,087’ LS dan 115° 24,677’ BT. Jembatan ini berpotensi mengalami kerusakan pada tiang jika terjadi aliran lahar. Sebagai upaya pencegahan, maka telah dibuat perlindungan pada  tiang dengan menggunakan bronjong, serta pengerukan gosong sungai supaya aliran kembali ke tengah, tidak membentur abutmen dan menabrak pilar jembatan.





Bagikan :

Cetak